Bencana longsor besar kembali melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Data resmi dari Posko Siaga Bencana BPBD Kabupaten Cilacap dan pembaruan lapangan dari BNPB mencatat bahwa longsor dahsyat terjadi pada Kamis, 13 November 2025 pukul 19.00 WIB. Musibah ini telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari membuat tanah jenuh air, hingga akhirnya lereng tak lagi mampu menahan tekanan dan ambruk menimbun sedikitnya 6,5 hektar lahan, menyapu area sekitar 32.000 meter persegi, dengan material longsor bergerak sejauh 540 meter dari titik awal.
Kerusakan fisik yang ditinggalkan sangat besar. Setidaknya sebanyak 16 rumah hancur dengan estimasi kerugian mencapai Rp4,3 miliar, sementara 16 rumah lainnya kini dalam kondisi terancam. Namun, musibah terbesar bukan hanya bangunan yang runtuh, melainkan adanya nyawa yang hilang dan duka mendalam yang menyertainya.
Hingga hari kelima pencarian, tim SAR gabungan telah menemukan 21 korban meninggal dunia, termasuk anak-anak, remaja, dan orang tua. Sementara itu, 2 orang masih dalam pencarian.
Selain itu, pergerakan tanah terjadi di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sejak Jumat (14/11/2025) hingga Sabtu (15/11/2025). Bencana ini dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama sepekan terakhir, sehingga membuat struktur tanah menjadi labil.
Akibat kejadian ini, 21 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari retak hingga terancam longsor. Kondisi tersebut memaksa 51 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko pergerakan tanah susulan.
Kemudian, pada Minggu, 15 November 2025, longsor hebat juga menerjang Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Tebing runtuh setelah hujan lebat, menimbun sekitar 30 rumah warga serta lahan pertanian dan perkebunan. Sebanyak 660 jiwa atau sekitar 286 keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.
Ketua LAZISNU PWNU Jawa Tengah, H. Muh. Mahsun menyampaikan bahwa LAZISNU memiliki komitmen tinggi dalam merespons bencana kemanusiaan ini.
“Kami memberikan instruksi kepada jaringan Lazisnu yang ada di Jawa Tengah untuk bersama-sama membantu kabupaten yang terdampak bencana hidrometeorologi, seperti saat ini longsor di Cilacap, Banjarnegara dan Purbalingga. Saat ini koordinasi dengan mitra Lazisnu Jateng terus kami perkuat seperti dengan LPBI NU, Ansor-Banser, Fatayat, Muslimat, IPNU dan lainnya dalam wadah NU Peduli,” papar Mahsun
Mari ulurkan bantuan terbaik untuk mempercepat evakuasi dan memenuhi kebutuhan para korban. Setiap donasi yang Anda berikan membantu menyelamatkan nyawa, mengurangi penderitaan dan mempercepat pemulihan warga terdampak longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Bencana ini membuat warga yang selamat membutuhkan bantuan segera. Mereka kehilangan tempat tinggal, keperluan harian, sandang, pangan, bahkan akses sanitasi dasar. Sejumlah kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan antara lain:
- Air minum
- Makanan siap santap
- Selimut, alas tidur, dan terpal
- Obat-obatan dasar dan vitamin
- Pakaian layak
- Hygiene kit: sabun, sampo, pembalut, pasta gigi
- Susu bayi, diapers, dan kebutuhan balita lainnya
Untuk itu, NU Care-LAZISNU Kabupaten Klaten mengajak seluruh #SahabatPeduli untuk berpartisipasi dalam membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. Semoga Allah membalas setiap kebaikan yang kita berikan dengan berlipat ganda. Aamiin.. Caranya:
- Klik tombol "Donasi Sekarang"
- Masukkan nominal donasi
- Pilih metode pembayaran
- Isi data diri
- Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
- Dapatkan laporan via email
Atau bisa langsung melalui :
BSI | 7148 701 401
BRI | 0035 0101 6185 534
BMT SHA | 0021 0101 01383
Informasi dan Konfirmasi hubungi :
0813 2566 9312
Follow Us Website : Lazisnuklaten.com
Instagram: @Lazisnuklaten